Budi Arie Setiadi Yakin Infrastruktur Pada Masa Jokowi Telah Semakin Berkembang

Pemilihan Presiden yang akan digelar pada 2019 akan datang tentu menjadi pesta rakyat terbesar untuk Indonesia Belajarlah lagi. Bercermin pada Pilpres 2014 lalu yang menciptakan rakyat terbagi menjadi dua kubu, banyak pihak yang ingini Pilpres 2019 akan datang menjadi Pilpres yang tentram dan tak menciptakan rakyat terbelas. Salah satu pihak yang bergerak aktif pada Pilpres akan datang yaitu budi arie setiadi. Penyokong kubu Jokowi ini memang diketahui sebagai penyokong yang aktif mengucapkan dukungan dan tak segan menolak dengan keras beraneka hoax dan informasi yang tak benar seputar pemerintahan Jokowi.

Bukan berarti dia berpihak, melainkan dia cuma memandang kenyataan yang ada bahwa masa pemerintahan Jokowi yakni masa pemerintahan yang tenteram dan tak ada korupsi sama sekali di tubuh member keluarga Jokowi. Pada masa ini, infrastruktur yakni sektor yang strategis untuk disajikan pada masa kampanye. Jalan yang kian bagus, jembatan yang telah terhubung dengan total, infrastruktur yang nyaman membikin banyak rakyat percaya pada daya kerja pemerintah Jokowi. Hal ini yang menghasilkan Budi juga menjadi pendorong Jokowi. Tidak cuma sebab berada di kubu Jokowi, kenyataan yang membikin dia berpegang teguh pada opsinya. Dalam lima tahun pemerintahan Jokowi memang sudah membikin proyek insfrastruktur berjalan dengan lancar, mulai dari tol laut, Trans Jawa, Tarans Sumatera, dan kawasan lainnya menjadi sejumlah poryek infrastruktur yang digarap Jokowi dengan ambisius.

Budi meyakinkan, bahw apembangunan infrastruktur bus amenjadi modal besar bagi prospek ekonomi Indonesia di masa akan datang. Dia juga menganggap bahwa keadaan sulit terbesar selama ini bagi pembangunan nasional merupakan infrastruktur. Menurutnya, minimnya infrastruktur merupakan hal yang seharusnya dicermati sebab adanya sasaran penyelesaian bermacam proyek strategis yang sidah seharusnya tuntas pada 2019 akan datang, atau tepatnya pada dikala Pilpres digelar.

Sementara, jikalau kita mengamati pada 225 proyek yang ditentukan sebagai Proyek Strategis Nasional, sebanyak 68,8 persen atau sekitar 155 proyek telah patut tuntas sebelum atau pada 2019 akan datang, kecuali itu ada sebanyak 52,4 persen atau 188 proyek harus tuntang sebelum atau pada 2018 ini. Dan ada 22,22 persen atau sebanyak 50 proyek yang wajib dilaksanakan dengan tuntas pada 2018 ini.